<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Liabonzafi&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://liabonzafi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liabonzafi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2009 17:16:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='liabonzafi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Liabonzafi&#039;s Blog</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://liabonzafi.wordpress.com/osd.xml" title="Liabonzafi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://liabonzafi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SERPIHAN JIWA</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/serpihan-jiwa/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/serpihan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 17:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[miris]]></category>
		<category><![CDATA[Perih]]></category>
		<category><![CDATA[sesal.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/serpihan-jiwa/</guid>
		<description><![CDATA[Hari demi hari berjalan tanpa terasa dan perkenalan mereka pun sudah mengalami perkembangan yang amat pesat,dari bertegur sapa melaju ke pesan pesan singkat pada ponsel mereka berdua dan disusul dengan obrolan obrolan serta menikmati santap malam yang mereka lakukan hampir ditiap sudut jalan kota, sampai menikmati nonton di bioskoppun sudah sering mereka lakukan&#8230; Saat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=29&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari demi hari berjalan tanpa terasa dan perkenalan mereka pun sudah mengalami perkembangan yang amat pesat,dari bertegur sapa melaju ke pesan pesan singkat pada ponsel mereka berdua dan disusul dengan obrolan obrolan serta menikmati santap malam  yang mereka lakukan hampir ditiap sudut jalan kota, sampai menikmati nonton di bioskoppun sudah sering mereka lakukan&#8230;</p>
<p>Saat itu tak banyak kata yang keluar dari mulut Alia,yang ia rasakan hanyalah perasaan bahagia yang begitu menggebu gebu, setiap hari Arah selalu memberi perhatian extra padanya, pun sebaliknya demikian, ia selalu berusaha memberi kebahagian untuk seorang Arah yang amat ia cintai.  Masih terasa segar diingatannya bagaimana pria itu di setiap paginya selalu mengingatkan untuk tidak lupa sarapan, diwaktu siang selalu mengingatkannya untuk tidak lupa makan,dan disetiap tepat pukul 7.30 malam ia selalu menanyakan sudah pulang apa belum&#8230; Semuanya masih tersimpan rapi dilubuk hati Alia yang paling dalam&#8230;.<br />
Dan di kota kecil itu jiwa Alia  seakan berkelana berbekalkan cinta seorang Arah sebelum akhirnya melayang menjadi kepingan kepingan jiwa yang kering dan berserahkan di tiap jalanan kota itu. Entah dimana semua itu akan berujung hanya waktu yang bisa menjawab.</p>
<p>    Sehabis makan malam disebuah warung tenda yang terletak dipinggir jalan kota tersebut, mereka akhirnya menuju pulang. Sesampai dirumah Alia merebahkan tubuhnya diatas kasur yang tipis dan empuk itu. Jarinya mulai bergoyang dengan lincah diatas keypad handphonenya ia mengirim sebuah pesan singkat pada Arah untuk sekedar mengucapkan selamat tidur, namun alangkah kagetnya Alia ketika jawaban Arah sangat mesra dan saat itu Alia menyadari kalau Arah salah kirim sms. Dari situ Alia mencoba mengklarifikasikan pada Arah yang berujung pada pengakuan arah tentang kekasihnya. Langit terasa runtuh, bumi seakan berhenti berputar, semua seakan terhenti seketika, hati Alia hancur dan luluh lantah ia mencoba menguasai dirinya tapi airmata sama sekali tidak bisa dibendung olehnya. Beribu pertanyaan muncul dibenaknya, sesungguhnya apa yang Arah inginkan darinya? Salah apa yang pernah ia perbuat? Kenapa Arah yang ia kenal begitu baik tega menyakiti hatinya? Setelah memberi harapan bertubi tubi tega teganya ia menghancurkan harapan itu&#8230; Apakah didunia ini memang tidak ada lagi sebuah ketulusan? Beribu pertanyaan mengitari ruang kepalanya yang kosong,jiwanya membeku benaknya seakan membatu. Ia tak tahu harus memulai darimana lagi tapi yang bisa ia lakukan hanyalah mengurai air mata yang menetes membasahi sayatan sayatan dihatinya. Ia perih, ia meringis, ia pun menjerit kecil.. Luka itu terasa sangat dalam dan akan meninggalkan bekas di hatinya.  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=29&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/serpihan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KANTONG PLASTIK</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/kantong-plastik/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/kantong-plastik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 13:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[belanjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kantong plastik]]></category>
		<category><![CDATA[paper bag.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/kantong-plastik/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini di bulan Ramadhan kita umat Islam sudah memasuki minggu ketiga menjalankan ibadah puasa,yaitu salah satu ibadah yang diwajibkan dan merupakan salah satu rukun Islam yang ke tiga. Hari ini matahari sama sekali tak memunculkan wajahnya kepermukaan bumi. Cuaca yang mendung membuat tubuh tidak terlalu mengalami dehidrasi yang hebat sehingga haus dan lapar tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=28&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini di bulan Ramadhan kita umat Islam sudah memasuki minggu ketiga menjalankan ibadah puasa,yaitu salah satu ibadah yang diwajibkan dan merupakan salah satu rukun Islam yang ke tiga. Hari ini matahari sama sekali tak memunculkan wajahnya kepermukaan bumi. Cuaca yang mendung  membuat tubuh tidak terlalu mengalami dehidrasi  yang hebat sehingga haus dan lapar tidak terlalu dirasakan seperti hari hari kemaren. Di setiap pusat perbelanjaan para pengunjung sudah mulai berbondong bondong datang untuk berbelanja keperluan Lebaran nanti, mereka datang bersama teman teman maupun bersama keluarga. Hal serupa juga dilakukan oleh beberapa teman yang kebetulan cukup dekat dengan saya, Mereka dengan rela datang jauh jauh dari seberang pulau hanya untuk berbelanja busana untuk lebaran. Setelah sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kota tersebut, saya dan teman cowok saya tersebut memilih berpisah dari rombongan dan akhirnya setelah kami memilah milih berbagai busana yang terjual di sana. Tak tanggung tanggung saya yang tadinya tidak berniat untuk belanja akhirnya saya jatuh hati pada sebuah sendal dan akhirnya  memutuskan untuk membeli sendal tersebut. Sementara itu teman saya masih sibuk dengan urusan belanjaannya, setelah mendapatkan beberapa kaos T-shirt dan beberapa pcs celana jeans tak tanggung tanggung tangannya menenteng beberapa kantong plastik yang berbeda beda dari tiap brand pakaian yang ia beli tersebut. Setelah ia melanjutkan aktivitas belanjanya kembali saya akhirnya memberanikan diri bicara pada kasir toko tersebut agar tidak memberikan kantong plastik pada pakaian yang ia beli tersebut dan akhirnya kasir tersebut mengikuti keinginan saya dengan memasukan pakaian yang baru saja ia bayar ke dalam plastik yang sudah di tenteng oleh teman saya tersebut. Teman saya tersebut tidak keberatan dengan usul saya dan ia juga melakukan hal yang serupa pada pembelanjaan berikutnya. Dan sayapun sangat senang melihatnya. Setelah sore kami akhirnya berkumpul kembali dengan teman teman yang lain dan tersentak kaget saya menyaksikan mereka menenteng belanjaan dengan beraneka ragam kantong plastik dan paper bag dari kertas, dalam satu orang bisa mencapai sepuluh kantong plastik. Dalam hati saya cuma bisa bergumam &#8220;Ya Tuhan gerakanlah hati mereka untuk lebih peduli pada lingkungan&#8221;.      </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=28&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/06/kantong-plastik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;AKU DAN DIA&#8221;</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/aku-dan-dia/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/aku-dan-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 17:54:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[berkenalan]]></category>
		<category><![CDATA[Bertemu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/aku-dan-dia/</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah kamar yang berukuran mini itu, Alia berbaring telentang diatas sebuah kasur yang tanpa balutan sprei itu. Matanya menerawang kelangit langit kamar, kedua tangannya ia rebahkan sedikit merenggang dari tubuhnya. Ia mencoba merenungi kejadian kejadian dalam hidup yang pernah ia lalui bersama Arah. Ingatan nya kembali menerawang mengikuti bulir bulir masa lalu sambil sesekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=27&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah kamar yang berukuran mini itu, Alia berbaring telentang diatas sebuah kasur yang tanpa balutan sprei itu. Matanya menerawang kelangit langit kamar, kedua tangannya ia rebahkan sedikit merenggang dari tubuhnya. Ia mencoba merenungi kejadian kejadian dalam hidup yang pernah ia lalui bersama Arah. Ingatan nya kembali menerawang mengikuti bulir bulir masa lalu sambil sesekali ia menyeka airmata yang mulai mengalir dipipinya.<br />
Masih melekat diingatannya awal pertama ia bertemu dan berkenalan dengan Arah, bagaimana sosok pria itu yang akhir akhir ini selalu mengisi hari harinya sehingga tumbuh benih benih cinta yang makin subur dan berkembang menjadi sebuah pohon yang berdiri kokoh dan sangat sulit untuk ditebang..<br />
Arah adalah sesosok pria yang memiliki kepribadian luhur dan memiliki paras yang cukup membuat tertarik para wanita ketika melihat wajahnya,ia bisa merasakan hal itu manakala ia berjalan bersama Arah ditempat keramaian ia bisa melihat bagaimana para wanita menatap kagum akan ketampanan Arah. Arah juga termasuk anak religi yang lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku atau nonton tv sepulang kerja, kumpul kumpul atau yang lebih dikenal dengan istilah &#8220;nongkrong&#8221; nyaris tidak pernah ia lakukan sejauh yang ia tahu. Pada suatu hari sepulang kerja tanpa disengaja ia melihat Arah yang lagi berdiri diteras depan rumahnya sambil menatap ke Alia yang kebetulan baru pulang kerja, dan gang menuju rumah Alia kebetulan harus melewati rumah  Arah tersebut, saat itu Alia baru 2bulan pindah kerumah yang ia tempati sekarang.  Awal pertemuan tersebut ia sama sekali tidak ada perasaan apa apa pada Arah,karena saat itu ia mengira kalau Arah memiliki istri dan ia mengira Arah adalah ayah dari anak kecil yang kebetulan sering bermain main didepan rumahnya. Ketika ia cerita hal tersebut pada Arah, pria itu tertawa terkekeh kekeh&#8230;<br />
Setelah beberapa hari berkenalan Arah meminta no handphonenya dan saat itu juga mereka mulai intens berkomunikasi bagaimana layaknya sepasang muda mudi yang baru berkenalan dengan lawan jenisnya, dan tanpa ada paksaan semua mengalir deras bagai air yang mengisi cawan cawan kehidupan mereka. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=27&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/aku-dan-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH WALPAPER</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/sebuah-walpaper/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/sebuah-walpaper/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 16:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[marah.]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/sebuah-walpaper/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Duuuh bihun gorengnya asin banget!&#8221; Alia nyeletuk sedikit. Sini biar kucobain.. Sahut Arah.. Setelah mengambil sesendok bihun dipiring Alia, Arah menyuapkan kemulut nya. Iya Ya asin banget! Sahut Arah. Mereka kembali menikmati makanan yang mereka pesan di restoran tersebut sambil sesekali diselingi dengan obrolan ringan. Hari itu pengunjung mall cukup membuat ramai suasana, dibelakang mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=26&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Duuuh bihun gorengnya asin banget!&#8221;<br />
Alia nyeletuk sedikit.</p>
<p>Sini biar kucobain..<br />
Sahut Arah..<br />
Setelah mengambil sesendok bihun dipiring Alia, Arah menyuapkan kemulut nya.</p>
<p>Iya Ya asin banget!<br />
Sahut Arah.<br />
    Mereka kembali menikmati makanan yang mereka pesan di restoran tersebut sambil sesekali diselingi dengan obrolan ringan. Hari itu pengunjung mall cukup membuat ramai suasana, dibelakang mereka ada sepasang anak muda yang lagi asyik memainkan laptopnya.<br />
Rah, boleh dibuka amplopnya?</p>
<p>Boleh buka aja! Orang ngak dilem kok..<br />
Alia akhirnya membuka amplop kecil berwarna cokelat tersebut, dibacanya sampai tuntas isi surat tersebut.</p>
<p>&#8220;Selamat ya Rah!&#8221;<br />
Alia mengulurkan tangan memberi selamat pada Arah yang disambut Arah dengan seulas senyum</p>
<p>O ya sini HPnya Rah! Alia langsung meraih ponsel gengam milik Arah yang tergeletak dimeja sebelah  tangan kiri Arah. Hari itu ia bermaksud menyeting internet di ponsel Arah karena ia masih ingat minggu lalu Arah pernah bertanya padanya karena  tidak sempat jadi hari itu ia tak bisa memenuhi keinginan Arah. Tapi tiba tiba spontan Arah membentak Alia dan seperti kaget ketika ponselnya diraih oleh Alia, ekspresi Arah tersebut membuat Alia sedikit kaget. Karena yang ia tahu Arah tidak pernah marah ataupun melarang Alia memegang ponselnya meski itu berjam jam, tapi sikap Arah kali ini membuat ia bertanya tanya.</p>
<p>Apa apaan sich! jawab Arah yang sama sekali tidak diduga Alia sebelumnya kalau Arah akan sekasar itu sama dia..<br />
Belum sempat ia buka ponsel Arah tersebut tiba tiba ia melihat sesosok fhoto yang jadi walpeper di ponsel Arah tersebut, ia melihat sesosok perempuan memakai kerudung dengan seulas senyum manis yang hampir memenuhi layar ponsel tersebut, secara spontan Alia langsung bertanya pada Arah.</p>
<p>Fhoto siapa Rah? Pacarmu ya?<br />
Pertanyaan itu mengalir begitu saja dari mulut Alia. Karena saat itu Alia berfikir seorang laki laki tidak akan memaparkan fhoto seorang wanita diponsel gengamnya kecuali wanita tersebut orang yang special.</p>
<p>Iya.. Jawab Arah dengan santai.</p>
<p>Orang mana Rah?</p>
<p>Palembang, tapi ia tinggal di Lampung.</p>
<p>O&#8230; Gumam Alia.<br />
Tak banyak kata kata yang keluar darimulutnya kecuali hatinya yang saat itu berkecamuk dan tercabik cabik. Ia coba menutupi perasaannya saat itu tapi ia sama sekali tidak berhasil, mungkin saat itu ia bisa bersikap biasa biasa saja tapi kesedihan yang terlihat dari sorot mata dan raut wajahnya sama sekali tidak bisa ia sembunyikan,ia juga menangkap sorot yang berbeda dimata Arah saat itu,mungkin pria itu sedikit tahu dengan ekspresi Alia saat itu,dan ia juga pasti tahu kalau Alia sakit hati dan kecewa padanya. Tapi Alia berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan dirinya biar bagaimanapun ia sadar ia bukan siapa siapanya Arah selain sahabat, ia tidak tahu mesti menyalahkan siapa. Tapi bagaimana bisa ia menepis semua Rasa yang ada sementara semua itu sudah terlanjur hadir entah siapa yang mendatangkan dan perasaan itu tidak bisa ia musnahkan begitu saja meski sudah berkali kali ia coba untuk menepis semuanya, sekali lagi ia bertanya dalam dirinya &#8220;salahkah aku???&#8221;.</p>
<p>Sepanjang perjalanan Mereka lebih banyak membisu. Alia mencoba mencairkan suasana,sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak membenci Arah meski hatinya sudah tercabik cabik untuk yang kesekian kalinya.</p>
<p>&#8220;Ya Tuhan apa salahku??? Tak banyak yang kupinta padaMu.. Aku hanya menginginkan kebahagianku Tuhan&#8221; sepanjang perjalanan Alia berdoa sambil meneteskan air matanya yang waktu itu ia masih berada diboncengan Arah, terasa begitu miris bagi Alia.. Yang ia rasakan dadanya terasa sesak saat itu, kerongkongannya terasa sangat kering. Ia tak tahu harus menyalahkan dan marah pada siapa, ia tak tahu pada siapa ia harus mencurahkan semuanya ia hanya berharap pada waktu yang akan datang. Mungkinkah kebahagian akan berpihak padanya suatu saat nanti&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=26&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/05/sebuah-walpaper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PADA SEBUAH PANTAI</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/02/pada-sebuah-pantai-2/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/02/pada-sebuah-pantai-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 23:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Penat]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/02/pada-sebuah-pantai-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sepanjang perjalanan meninggalkan pantai ia dan Arah terlihat membisu seperti sibuk bergumam dengan hatinya masing masing. Alia memahami suasana tersebut dan ia tahu Arah agak sedikit kesal padanya, sewaktu dipantai ia sempat mengirim sebuah pesan pada Arah, ia sama sekali tidak bermaksud mengganggu pertemuan Arah dengan teman temannya, tapi ia cuma ingin Arah memahami betapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=25&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepanjang perjalanan meninggalkan pantai ia dan Arah terlihat membisu seperti sibuk bergumam dengan hatinya masing masing.<br />
Alia memahami suasana tersebut dan ia tahu Arah agak sedikit kesal padanya, sewaktu dipantai ia sempat mengirim sebuah pesan pada Arah, ia sama sekali tidak bermaksud mengganggu pertemuan Arah dengan teman temannya, tapi ia cuma ingin Arah memahami betapa penatnya ia disuruh menunggu sendiran. Isi pesannya tersebut </p>
<p>&#8220;Rah&#8221;.</p>
<p>Iya ya.. Ney juga udah mau selesai kok!</p>
<p>Tapi sebenarnya siapa yang salah? Pantaskah ia marah padaku? Ia bergumam dalam hatinya, ia hanya ingin Arah sedikit memahami betapa bosannya disuruh menunggu sendiri tanpa ada teman ngobrol dan ia juga sedikit tersinggung ketika Arah tidak mau ia ikut bergabung sama teman temannya, tapi ya sudahlah ini bukan kali pertama ia alami dan mungkin juga ia sudah terbiasa diperlakukan Arah seperti itu. Sekali lagi ia berusaha menguasai keadaan dan memilih untuk diam.<br />
Ia sendiri tidak tahan dengan suasana seperti itu tapi rasa cintanya yang teramat besar mampu menepiskan segala galanya, tak banyak yang ia harapkan ia cuma ingin Arah memberinya sedikit kebahagiaan dan secuil rasa sayang padanya meskipun selama ini ia rela melakukan apapun demi Arah itu semata mata karena rasa sayangnya yang teramat dalam dan ia sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun,tapi tidakkah Arah melihat semua itu paling tidak ia bisa membalasnya walau hanya sedikit saja. Seegokah itu seorang Arah? sekali lagi Alia bertanya pada dirinya sendiri bodohkah aku??? Tapi ah sudahlah&#8221;aku cuma ingin berbuat hal yang terbaik bt orang yang kusayangi&#8221;.</p>
<p>Sesampai di daerah pemukiman penduduk suasana agak sedikit mencair..</p>
<p>&#8220;Kita kemana lagi ya?&#8221;<br />
arah membuka percakapan.</p>
<p>&#8220;Terserah Arah saja, Arah maunya kemana?&#8221; Jawab Alia.</p>
<p>Mega mall yuk!</p>
<p>Ok Mega mall..</p>
<p>Hari itu udara sangat terik.<br />
Tadi kok ga bawa jaket Rah? Kasihan tuch lengannya udah mulai gosong, Alia sedikit bercanda.</p>
<p>Iya ya.. Tadi Arah berangkatnya buru buru jadi lupa bawa.</p>
<p>Sedikit bercanda Alia mengulurkan kedua lengannya  seperti ingin menutupi lengan Arah yang tersengat matahari, Arah langsung menyambutnya dengan tawa renyah..</p>
<p>Ada ada aj ya nich!<br />
Seru Arah sambil senyum..</p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju Mega mall suasana terasa lebih hangat lagi, sesekali Arah mengajak ia bercanda.</p>
<p>Tiba tiba Arah mengangkat punggungnya sambil memundurkan letak duduknya.</p>
<p>&#8220;Ya duduknya jangan terlalu kebelakang!&#8221; Pinta Arah</p>
<p>Ah kamu! bilang aja pengen deket deket kan? Jawab Alia sambil bercanda, mereka berdua akhirny tertawa terkekeh.</p>
<p>Iya dech&#8230;jawab Alia sambil memajukan letak duduknya. Ingin rasanya ia peluk tubuh itu erat erat tapi ia sama sekali tidak punya keberanian tidak, ia tidak ingin Arah menilai negatif tentang dirinya.</p>
<p>Ya pundak Arah pegel nich!</p>
<p>O, mau dipijitin nich ceritanya..</p>
<p>Ho oh,</p>
<p>Permeter 50rb ya!</p>
<p>Ok! Dihitung sendiri tapi..!</p>
<p>Di prediksi aj ya..! Sampai mega mall berarti 1juta,asyiiiik bisa buat shopping dunk!<br />
  Mereka akhirnya terbuai oleh suasana perjalanan yang mereka lalui sambil bercanda ria dan tanpa terasa mereka sudah sampai ketempat tujuan. Setelah memarkirkan motor di pelataran parkir, mereka akhirnya bergegas masuk kedalam mall tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=25&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/09/02/pada-sebuah-pantai-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pada Sebuah pantai</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/31/pada-sebuah-pantai/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/31/pada-sebuah-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 18:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[kekecewaan]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[rasa cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/31/pada-sebuah-pantai/</guid>
		<description><![CDATA[Lewat mana ya? Lampu merah ambil kiri&#8230; Alia menjawab sedikit memajukan kepalanya ke Arah yang lagi mengemudi mio yang dibawa Arah nyeberang hari itu. Cuaca sedikit terik, lalu lintas dijalanan cukup membuat para pengemudi kendaraan harus sedikit bersabar. Untuk daerah tempat tinggal Alia pantailah satu satunya yang bisa dikunjungi masyarakat untuk berrekreasi selain dari mall. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=24&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lewat mana ya?</p>
<p>Lampu merah ambil kiri&#8230;<br />
Alia menjawab sedikit memajukan kepalanya ke Arah yang lagi mengemudi mio yang dibawa Arah nyeberang hari itu.<br />
     Cuaca sedikit terik, lalu lintas dijalanan cukup membuat para pengemudi kendaraan harus sedikit bersabar. Untuk daerah tempat tinggal Alia pantailah satu satunya yang bisa dikunjungi masyarakat untuk berrekreasi selain dari mall. Mungkin kotanya yang dikelilingi lautan sehingga banyak pantai indah yang bisa dijadikan tempat untuk melepas penat bagi yang menyukai alam seperti pantai.  Bagi kalangan menengah keatas mereka lebih suka bepergian keluar Negeri seperti Malaysia, Singapore, atau Thailand karena letaknya tidak terlalu jauh dari kota tersebut cukup nyeberang hanya dalam waktu 30menit.<br />
Sepanjang perjalanan Aliah dan Arah hanya sedikit bicara, sesekali Arah menolehkan kepala ke Alia yang duduk diboncengan nya, hal itu yang membuat Alia sedikit geli dan kebiasaan Arah yang konyol itu juga yang membuat Alia suka senyum sendiri jika ia mengingatnya dan kebiasaan itu juga yang membuat Alia ga bisa lupa sama Arah meski mereka dipisahkan oleh lautan luas.</p>
<p>Sesampai ditempat tujuan, Arah langsung memarkirkan motorny disebelah pohon kelapa yang ditumbuhi rerumputan dibawahnya, ia membuka helm yang membelenggu dikepalanya sambil meletakkannya diatas stang motor.</p>
<p>Kamu tunggu disini aj yah ya! Pinta Arah pada Alia.</p>
<p>Ok Rah,Alia tunggu disini aja..</p>
<p>Arah berjalan kearah rombongan yang kira kira ada 50 orang tersebut. Ia menyapa beberapa orang dari mereka yang diantaranya ada beberapa wanita dan rata rata dari mereka memakai kerudung semua. Alia berdiri sambil mengamati dari kejauhan beberapa diantara mereka ada yang memperhatikannya secara sepintas.</p>
<p>Hampir 20menit Alia berdiri sambil mondar mandir, sedikit mencari kesibukan, hatinya mulai tidak tenang Alia mengutak atik ponselnya agar ia tidak terbawa emosi. Ia ga mau merusak momen hari itu, jarang jarang ia ketemu Arah masa ia harus marah marah.</p>
<p>Ga! Aku harus berusaha sabar!aku ga boleh mengecewakan Arah! Biar bagaimanapun Arah adalah sahabat yang amat ia kagumi, yang ia hormati dan ia cintai. Meskipun beberapa kali Arah membuat ia kecewa tapi ia tak pernah menyimpan sedikitpun kemarahan pada Arah, bahkan dengan telaten ia selalu memenuhi keinginan Arah termasuk hari itu ia dengan rela menyembunyikan rasa sakit dan demamnya,ia berusaha ceria didepan Arah ketika pria itu minta ditemani kesebuah pantai untuk ketemu dengan temannya mengambil SK yang dikirim kekantor lamanya sehingga ia harus nyeberang laut mengambil SKnya tersebut. Ia berharap suatu saat Arah akan membukakan pintu hat untuknya.</p>
<p>Awalnya ia sangat senang ketika Arah sms minta ditemani kepantai, Alia sedikit heran dengan permintaan Arah tersebut karena seingat Alia ia sempat beberapa kali mengajak Arah kepantai tapi selalu di tolak. Sebelum tahu tujuan Arah ia sempat mengira kalau Arah bakal mengutarakan perasaan cinta padanya&#8230;<br />
Tapi ah sudahlah mungkin ia yang selama ini terlalu berfikir berlebihan tentang Arah, sekali lagi ia ga mungkin berharap jika Arah tidak memberi harapan padanya, kembali lagi ia teringat kejadian beberapa bulan yang lalu ketika Arah baru pulang dari surabaya. Tapi kejadian itu dulu sebelum Arah dipindah kerja ke sebuah pulau di seberang kotanya, sekarang kenyataannya sudah berbeda ia mesti terima kenyataan jika Arah berubah sikap padanya apalagi ia dan Arah tidak memiliki status apapun selain persahabatan. Ia tidak bisa menyalakan Arah karena jarak cukup menjadi penghalang diantara mereka, mungkin ia bisa berusaha mempertahankan komunikasi diantara mereka, tapi bagaimana dengan Arah? Ia suka bingung dengan sikap Arah yang terkadang membuat Aliah seperti orang bodoh dengan berharap terus padanya. </p>
<p>Udah selesai Rah?<br />
Alia bertanya sambil berusaha menyembunyikan ekspresi kecewa dari raut wajahnya.</p>
<p>Udah ya..<br />
Tanpa sedikit rasa pengertian Arah langsung menyalahkan mesin motornya. Tapi sekali  lagi Alia harus berusaha bersabar&#8230;</p>
<p>Jalan yuk! Ajak Arah.</p>
<p>Yuk!</p>
<p>Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=24&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/31/pada-sebuah-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOLILOQUIKU</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/30/soliloquiku/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/30/soliloquiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 06:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Soliloqui trayek rimuraarken dewi ria utari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/30/soliloquiku/</guid>
		<description><![CDATA[20 Juli 2009:) Hari itu Alia begitu antusias ingin pergi ketoko buku, semangatnya terpicu oleh hobinya yaitu nulis. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya ia sampai disebuah mall pusat perbelanjaan dikota tempat tinggalnya. Rasa pusing dikepala belum hilang begitu saja, bagaimana tidak, jarak yang ia tempuh menghabiskan waktu 1jam perjalanan dari kontrakannya, berhubung ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=23&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>20 Juli 2009:)  </p>
<p>Hari itu Alia begitu antusias ingin pergi ketoko buku, semangatnya terpicu oleh hobinya yaitu nulis.<br />
        Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya ia sampai disebuah mall pusat perbelanjaan dikota tempat  tinggalnya. Rasa pusing dikepala belum hilang begitu saja, bagaimana tidak, jarak yang ia tempuh menghabiskan waktu 1jam perjalanan dari kontrakannya, berhubung ia belum memiliki kendaraan pribadi, Alia mesti rela menghabiskan waktu tersebut di dalam angkutan umum, di kota ia tinggal sekarang keadaannya berbeda dengan di Jakarta, disana untuk menempuh jarak 9km saja kita mesti berkali kali naik angkutan yang berbeda, karena mereka punya jurusan nya masing masing. Kalau disini trayeknya yang mencakup hampir setengah dari kota hanya dilewati satu kendaraan saja membuat perjalanan terasa jauh, sebenarnya naik kendaraan pribadi kita hanya menghabiskan waktu setengah jam perjalanan. Dan yang tidak kala menjengkelkan para supirnya rata rata orang tempramen semua, mereka suka menyetir seenaknya  yang terkadang suka menimbulkan rasa sakit dikepala ditambah  lagi  kebiasaan mereka yang suka marah marah tak tentu pada pengendara yang lain, duh&#8230; Pokoknya ia mesti rela  dengan kebiasaan kebiasaan tersebut setiap kali bepergian.     </p>
<p>Alia langsung bergegas memasuki Gramedia. Jam tangannya menunjukan pukul 08.00 berarti ia hanya punya waktu 2jam lagi, soalnya jam 10 mall sudah mulai tutup.<br />
Alia mempergunakan waktu tersebut sebaik mungkin, diamatinya satu persatu judul buku yang tersusun diatas meja display tersebut, setelah beberapa menit ia mengamati dan sedikit membaca, Alia membeli 2buah buku. Satu cerpen sastra karangan dari Dewi Ria Utari,dan yang kedua novel sastra karangan dari Rimura Arken judulnya SOLILOQUI..<br />
Setelah membayar dikasir, Alia langsung bergegas pulang. Karena rasa capeknya belum hilang semua, ia memutuskan untuk nginap dirumah temannya yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana.        </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=23&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/30/soliloquiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUTILASI CINTA SEORANG SAHABAT</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/mutilasi-cinta-seorang-sahabat/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/mutilasi-cinta-seorang-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 19:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Arah Aliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/mutilasi-cinta-seorang-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[Langit masih tampak cerah dengan gumpalan awan putih. Alia berdiri terpaku di sebuah sudut ruangan Bandara Hang Nadim, matanya tertuju kearah langit yang dari tadi masih terlihat membisu tatapan yang dalam dan penuh beribu harapan. Hari itu udara terasa dingin seperti menusuk nusuk persendian sehingga tubuhnya terasa sedikit kaku tapi semua itu tidak ia pedulikan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=21&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langit masih tampak cerah dengan gumpalan awan putih. Alia berdiri terpaku di sebuah sudut ruangan Bandara Hang Nadim, matanya tertuju kearah langit yang dari tadi masih terlihat membisu tatapan yang dalam dan penuh beribu harapan. Hari itu udara terasa dingin seperti menusuk nusuk persendian sehingga tubuhnya terasa sedikit kaku tapi semua itu tidak ia pedulikan.<br />
Beribu pertanyaan mengitari ruang kepalanya yang kosong. Ia masih tidak percaya pesan singkat yang ia dapatkan hari itu</p>
<p>Berangkat jam berapa Rah?</p>
<p>Jam 4 ya.</p>
<p>Ia tak yakin pesan itu dari Arah,rasanya baru kemaren ia menghabiskan waktu, tertawa, bercanda bersama pria itu dan untuk hari ini ia mesti kehilangan keakraban itu mungkinkah ia bisa menerima semuanya..<br />
Bahkan masih melekat di ingatannya ketika beberapa bulan yang  lalu ia menanti kedatangan Arah dari Surabaya setelah pendidikan selama satu bulan, menjelang kepulangannya, pria itu selalu intens menelpon dan mengirim pesan singkat padanya, masih melekat di ingatan ketika mereka bertemu betapa lekatnya pria itu menatapnya, tatapan yang mengandung beribu makna dan beribu kerinduan, masih ia rasakan betapa mesranya pria itu merangkul bahunya seakan tak ingin melepaskannya bahkan untuk sedetikpun&#8230;.</p>
<p>Ya, Arah naik apa kebandaranya?</p>
<p>Naik taxi aja Rah!</p>
<p>Tapi dari tadi ga ada taxi yang lewat ya..</p>
<p>Ya udah kalo gitu Arah naik angkot aja,nanti turun di perempatan naik ojek aja ya!</p>
<p>Ok ya! Arah berangkat sekarang ya..</p>
<p>Ok Rah hati hati ya!</p>
<p>Ok ya! Bye..</p>
<p>   Ada perasaan senang dalam hati Alia ketika pria itu berkeluh kesah padanya, bukan berarti ia senang melihat kesusahan Arah tapi ia merasa mampu jadi pelengkap dalam diri Arah. Rasa cinta Alia yang begitu dalam pada Arah mampu mengalahkan segalanya meski ia harus bertarung dengan hati kecilnya sendiri.<br />
Setelah hampir 20menit Alia berdiri disitu,tampak dari kejauhan sebuah pesawat masih terlihat sayup sayup melintas di hadapan nya bak seekor burung yang mengepakan sayapnya. Perasaan Alia makin tak menentu, bolak balik ia buka ponsel genggamnya berharap Arah akan menghubungi ketika ia turun dari pesawat, baru kemaren Arah pergi meninggalkannya untuk berlibur dan bertatap muka dengan keluarganya, tapi ia merasa sudah bertahun tahun pisah dari Arah. Dugaan Alia sangat tepat beberapa menit kemudian terdengar pengumuman pesawat Mandala dari Pekan Baru telah mendarat<br />
Hatinya makin cemas ketika ia perhatikan satu persatu para penumpang sudah keluar dari pesawat tapi Arah tak kunjung menghubunginya.<br />
Ia coba menenangkan diri tapi ia tak bisa membohongi hatinya betapa ia sangat sedih ketika Arah terlihat dengan kemeja kotak kotak berjalan diantara penumpang lain bersama rombongannya. Kok dia ga hubungin aku ya..??<br />
Alia bergumam dalam hatinya, ia tahu persis sahabatnya itu dan ia sangat mengenal wataknya Arah.<br />
Temuin,ngak,temuin, ngak,temuin,ngak&#8230;.<br />
Ia berjudi dengan hatinya, tapi kakinya seperti ada yang menariknya untuk berjalan menemui Arah, hari itu ia benar benar ingin bertemu dengan Arah, entalah firasat apa yang ia rasakan yang jelas ia merasa itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Arah..<br />
Sebelum bertemu Alia mencoba menghubungi ponsel Arah.<br />
Hallo..</p>
<p>Udai sampe Rah?</p>
<p>Udah ya,ney lagi nunggu taxi rame rame ma kawan kawan&#8230;</p>
<p>O, ya udah dech hati hati ya Rah! Bye..</p>
<p>Pupus sudah harapan nya, dari nada bicaranya Aliah merasa Arah takut ditemui dan ia mengerti akan hal itu. Arah takut jika teman temannya tahu kalau Aliah adalah temannya, bagaimana Arah tidak malu punya teman cuma pegawai toko di Bandara dimana sewaktu waktu akan gampang ditemui oleh teman temannya ketika mereka bepergian&#8230;<br />
Tak mampu ia bendung air matanya mengalir deras membasahi pipinya, kerongkongannya terasa kering, dadanya terasa sesak. Hari itu ia ingin menuntut keadilan tapi ia tidak tahu pada siapa&#8230; </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=21&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/mutilasi-cinta-seorang-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUARA HATIKU</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/suara-hatiku/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/suara-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kerinduan melukis mengukir kenangan harapan mengenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/suara-hatiku/</guid>
		<description><![CDATA[Dear my best friend&#8230; Jika kerinduanku datang&#8230; Aku tak bisa berbuat apa apa, yang bisa kulakukan hanyalah melukis wajahmu dalam kalbuku dan mengukir wajahmu dalam hatiku Sejak perpisahan itu aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupanku, sesuatu yang hilang itu adalah kamu.. Aku kehilangan candamu, tawamu, suaramu, perhatianmu, tatapanmu,nasehatmu, dulu aku bisa memiliki semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=20&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear my best friend&#8230;</p>
<p>Jika kerinduanku datang&#8230;<br />
Aku tak bisa berbuat apa apa, yang bisa kulakukan hanyalah melukis wajahmu dalam kalbuku dan mengukir wajahmu dalam hatiku</p>
<p>     Sejak perpisahan itu aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupanku, sesuatu yang hilang itu adalah kamu..<br />
Aku kehilangan candamu, tawamu, suaramu, perhatianmu, tatapanmu,nasehatmu, dulu aku bisa memiliki semua itu tapi kini semua tinggal kenangan yang menghadirkan sebuah harapan..<br />
Akankah semua akan kembali dan menjadi milikku lagi&#8230;???</p>
<p>Tapi biar semua itu adalah hal yang ga mungkin izinkan aku tuk mengenang dan mencintaimu, kan kukenang selalu  dirimu walaupun lautan luas telah memisahkan kita&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liabonzafi.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liabonzafi.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=20&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/suara-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkakas ‹ Liabonzafi&#8217;s Blog — WordPress</title>
		<link>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/perkakas-%e2%80%b9-liabonzafis-blog-%e2%80%94-wordpress/</link>
		<comments>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/perkakas-%e2%80%b9-liabonzafis-blog-%e2%80%94-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 15:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liabonzafi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liabonzafi.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=17&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liabonzafi.wordpress.com&amp;blog=8926269&amp;post=17&amp;subd=liabonzafi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liabonzafi.wordpress.com/2009/08/29/perkakas-%e2%80%b9-liabonzafis-blog-%e2%80%94-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5199af73fc54519e055a7235ba7b216e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">liabonzafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
